MY LAST LOVE
Pagi yang cerah mengawali hari
pertama masuk sekolah Tahun 2013-2014 Ajaran Baru di sekolah SMA TUNAS BANGSA
yang di wilayah Jawa Barat, Bandung. Para siswa pun sangat antusias untuk
memasuki wilayah sekolah SMA TUNAS BANGSA tersebut. Namun, sangat berbeda
dengan Yun-Hi, ia sama sekali tidak gembira saat memasuki wilayah sekolah
tersebut, entah kenapa ia merasa seperti pernah masuk ke wilayah itu.
Bel pun berbunyi menandakan agar
para siswa baris, terlebih siswa/i yang baru, untuk diberitahukan segala
peraturan, misi-visi sekolah, dan MOS mereka.Setelah kepala sekolah selesai
berpidato, ketua OSIS pun mengambil alih untuk acara penyambutan siswa/i baru
di sma tersebut.Yun-Hi pun melihat wajah ketua OSIS yang sedang bicara, Yun-Hi
merasa pria yang lumayan tampan itu mirip banget sama mantan pacarnya waktu ia
duduk di bangku SMP, dan mereka pun sama-sama sebagai ketua OSIS, namun Yun-Hi
sudah tidak lagi berkomunikasi dengan mantannya tersebut.
Setengah jam telah berlalu, si ketua
OSIS tersebut telah selesai menjambarkan kegiatan yang akan berlangsung untuk
menyambut para siswa baru. Bel pun berbunyi,seluruh siswa baru pada berpulangan
untuk membeli dan mencari bahan-bahan untuk MOS.
Yun-Hi pun langsung mencari
bahan-bahan MOSnya ke pasar, sesampainya di pasar Ia bertemu dengan ketua OSIS
yang tadi pagi.Tanpa malu-malu Yun-Hi pun menyapa kakak kelas sekaligus ketua
OSIS di sekolahnya tersebut.
“Hi,kak
Henry”,sapa Yun-Hi.
“Hi,
juga. Kamu anak baru yang tadi pagi lagin melamun, saat aku berbicara di depan
kan?” balas dan sekaligus menyinggung sikap Yun-Hi tadi pagi.
“hehehehehe,,”balas
Yun-Hi sambil tersenyum.
“kamu
lagi nyari bahan-bahan tuk MOS besok, ea?”.Henry balik nanya ke Yun-Hi.
“ea
kak, kalo kak Henry ngapain di sini,?”.jawab Yun-Hidan bertanya balik lagi.
“oh,
kalo aku sih juga lagi ngawanin adik yang beli bahan MOSnya, kalo boleh tau
nama kamu siapa?,kamu kan tau nama aku, tapi aku belom tau nama kamu.”jawab dan
tanya Henry yang ingin tau nama Yun-Hi.
“oh,
ia kak.Maaf aku lupa perkenalkan diri. Nama aku Yun-Hi, kak.”jawab Yun-Hi
sambil tersenyum sipu malu karena lupa memperkenlakan dirinya.
“oh
jadi nama kamu Yun-Hi?”
“ea,kak.”
“kamu,
orang korea ea?”
“ea,
papa orang korea, kak.”
“oh
gitu ea, kenapa gak sekolah di korea?”
“sebenarnya
sih aku mau sekolah di situ, kak. Tapi karna papa dan mama ada urusan kerja di
Indonesia terpaksa deh aku sekolah di indonesia juga.”
“oh,
jadi kamu terpaksa sekolah di indonesia?”
“oh,
bukan gitu maksud aku kak”
“loh
bukannya kamu bilang tadi bahwa kamu terpaksa karna papa dan mama kamu ada urusan
kerja di Indonesia. Itu menandakan bahwa kamu tidak suka ama negara kelahiran
mama kamu.”
“ya
ampun kak Henry, bukan gitu maksud aku. Aku terpaksa karna harus beradaptasi
lagi dengan lingkungan yang baru, kalo di korea aku kan gak perlu beradaptasi
lagi.”
“oh
gitu, tapi ngomong-ngomong kenapa kamu bisa bahasa Indonesia?”
“mama
aku kan asli orang Indonesia kak, jadi mama gak mau kalo aku hanya menguasai
bahasa korea, kalo kami berlibur ke rumah nenek dari mama kan harus memakai bahasa
indonesia terlebih bahasa batak.”
“oh,
jadi mama kamu indonesia orang batak ea?”
“ea,
kak.”
“oh
udah dulu ea, soalnya adik saya uda nelpon dari tadi,”
“oh,ea
kak gak papa kok, lagian aku mau pulang kok. semua yang mau dibeli uda ada.”
“yakin
uda semua, entar besok kena hukum ama kakak-kakak lainnya karna kamu gak
memakai alat MOS dengan lengkap.”
“ea
kak.sip deh”
“ok.sampai
ketemu di sekolah ea,dan tetap semangat buat MOS.”kata Henry sambil tersenyum
melambaikan tangan ke Yun-Hi sebagai tanda perpisahan.
“Ternyata
kakak Henry itu aslinya baik dan ramah juga sangat tampan, astaga apa yang aku
pikirkan ea???” kata Yun-Hi dalam hati sambil memukul kepalanya layaknya orang
bodoh.
Sesampainya di rumah Yun-Hi pun
bertemu dengan orang tuanya yang uda dari menunggu ia pulang dari pasar, selain
itu dia pun melihat ada seorang cowok tampan yang tidak asing lagi buat
dia.Benar cowok tampan itu adalah sahabat Yun-Hi saat ia kecil, mereka memang
sangat dekat sudah seperti kakak adik.
“ma,
pa.aku pulang”
“oh,
kamu uda pulang dari pasar ea sayang.”
“ea
ma.Itu siapa ea ma?. Seperti aku kenal ama cowok yang disamping Bibi Mi-Nam?”
“Oh
dia adalah anak Bibi Mi-Nam”
“apa?.
Anak Bibi Mi-Nam, ma?”
“ea
Yun-Hi. Jangan bilang kamu gak kenal ama dia.”
“heheheh,ea
ma. Emang siapa namanya ma?”
“ya
ampun Yun-Hi. Kamu itu ea, masa sudah lupa ama sahabat waktu keci, kamu sendiri
emang kamu uda tua ea?”
“iiiihhhh,mama
ini.masa anaknya sendiri dibilang tua sih.”
“habis
kamu sih masa sudah lupa. Padahal kalian kan kenalnya dari kecil dan berpisah
waktu kamu mau smp.”
“ea
itu kan uda lama,ma”
“ea
deh mama tau. Ya uda mama kasih tau deh siapa itu.”
“siapa
ma?”
“Ji-Hoo.”
“apa
Ji-Hoo ma?. Mama bilang dia itu sih Ji-Hoo. Yang benar ma?”
“ea
sayang. Emang mama pernah bohong ama kamu.”
“gak
pernah sih ma.”
“ya
udah, kamu sapa dulu mereka.”
“tapi
ma, aku ada kerjaan buat MOS besok.”
“ea
ampun cuma menyapa dan memberi salam juga hormat. Dia itu kan sahabat kamu.”
“ea
deh ma. Yun-Hi tau. Ya uda kalo gitu Yun-Hi ke sana dulu ea ma.”
“gitu
dong, baru anak amam yang baik.”
“ea
mama ku sayang.” Jawab Yun-Hi lalu pergi menghampiri tamu yang sedang berbicara
dengan papanya.
“halo
bibi Mi-Nam.”
“oh
ea. Kamu Yun-Hi kan?”
“ea
Bi.”
“wah
kamu uda beasar juga sangat cantik ea.”
“makasih
bi.”
“oh
ea kamu kenal ini ama nak bibi kan?”
“tentu
saja bi. Kamu Ji-Hoo kan”
“ya
uda kalo gitu kamu ajak Ji-Hoo tuk jalan-jalan besok ea,kamu mau kan Ji-Hoo?”
“tapi
pa,Yun-Hi besok pasti capek dan lelah. Papa tau kan kalo besok aku ada kegiatan
sekolah yang sangat melelahkan.”
“ea,
papa tau kalo kamu ada kegiatan MOS yang memlelahkan, tapi dia itu kan sahabat
sekaligus kakak kamu. Lagian bibi Mi-Nam dan Ji-Hoo akan tinggal disebelah
kita, dia juga akan sekolah di sekolah kamu.”
“apa
pa?. Benarkah itu bi?”
“ea
benar apa yang dikatakan oleh papa kamu. Karna bibi juga ada kerjaan di sini.”
“oh,
baiklah kalo gitu aku sih gak papa. Kalo gitu lihat besok aja ea .”
“yun-hi,
kamu kok gitu sih ngomongnya sayang.”
“gak
papa kok paman. Yang penting kan dia ada niat mau ngajak aku.”
“baiklah
kalo gitu Yun-Hi ke kamr dulu ea semuanya karna masih ada tugas dari sekolah
yang belom siap aku kerjakan. Selamat malam semuanya.”
“ea selamat malam juga buat kamu
sayang.”
Sinar mentari yang menyinari bumi
dan seisinya, dan kicauan para burung nan-merdu menandakan bahwa malam telah
berlalu dan tibalah pagi. Sinar mentari yang sangat indah menyilaukan kamar Yun-Hi,
dan membangunkannya dari mimpi tidurnya.
“selamat
pagi dunia, semoga hari ini aku bersemangat tuk menjalankan MOS hari pertama
ini.”
“Sayang,
kamu uda bangun kan. Cepat mandi, entar kamu telat. Kamu bilang kamu ada
kegiatan MOS.”
“ea
ma, aku uda bangun, ini mau mandi.”
“oh,
cepat ea biar sarapan kita.”
“ish,
mama ini ribut banget sih. Malu tau didengarin ama mereka.”
“ea
maaf sayang, mama kira kamu belom bangun. Biasanya kamu kan bangunnya
kesiangan.”
“ea
itu kan waktu aku masih SMP, sekarang aku kan uda SMA mama, berarti aku kan uda
mulai dewasa. Jadi jangan gitu lagi ea ma.”
“ea
sayang ku. Ya uda kita sarapan yuk. Yang lain uda pada nunggu di meja makan.”
“APAAA
MAAAA?, mereka uda nunggu dari tadi?”
“ea,
kenapa sayang?”
“mama,
Yun-Hi kan jadi malu?”
“makanya
jangan lama bangun dong sayang...”
“ini
kan uda cepat aku bangunnya, hanya telat aja alarm ku berbunyi.”
“bukan
alarmnya yang lama berbunyi, tapi kau aja yang lama bangun.”
“ea
deh ma,”
“ya
uda, kita ke meja makan, biar kamu gak telat nantinya.”
“ea
ma..”
“pagi
Yun-Hi..”sapa bibi Mi-Nam
“pagi
juga, Bi Mi-Nam.”balas Yun-Hi
“kamu
tidur nyenyak tadi malam?”
“ea,
bi. Ya uda aku berangkat duluan dulu ea pa, ma,bi Mi-Nam, dan kamu Ji-Hoo.”
“ea
sayang, semoga hari mu menyenangkan hari ini. Dan semangat menjalankan MOSnya
ea sayang.”
Akhirnya Yun-Hi pun berangkat,saat
ia sedang menunggu bus sekolah di halte bus. Tiba-tiba ia melihat Henry ketu
OSIS di sekolahnya. Henry pun menghentikan motornya dan menyapa Yun-HI.
“Hi,
pagi”
“pagi
juga kak Henry.”
“lagi
nunggu bus ea?”
“ea
kak, soalnya kalo bareng ama papa, kemungkinan aku akan telat nantinya. Jadinya
aku pilih tuk naik bus sekolah aja, tapi busnya belom datang kak.”
“oh,
kalo gitu kita bareng aja ke sekolah. Ayo naik.”
“gak
deh kak, entar aku ngerepotin kakak, lagian gak enak ama yang lainnya kak.”
“daripada
kamu telat, lagian kan kamu bilang kalo busnya masih belom datang. Gimana kamu
mau telat dan dihukum oleh panitia nanti?”
“ea,gak
mau lah kak.”ya uda kalo gitu naik aja.”
“ya
uda deh, kalo kakak tetap maksa.”
“giru
donk, ya uda ini pakai helm dulu biar selamat.”
“ea
kak.”
“pegangan
yang erat ea, soalnya aku mau balap, kita uda mau telat ini.”
“ea
kak.”
Dengan terpaksa dia pun naik ke
motor pria itu. Ada rasa yang sangat aneh ia rasakan, rasa yang belom pernah ia
alami sebelumnya. Apakah ini namanya Cinta pada Pandangan pertama. Tak lama
kemudian, mereka pun sampai di SMA TUNAS BANGSA dengan tepat waktu. Namun, saat
Yun-Hi turun dari motor pria yang sangat di kagumi di sekolah itu, semua
cewwk-cewek menatap mereka berdua dengan heran terlebih Mira (mantan pacar
Henry) yang mentap dengan tajam ke Yun-Hi saat ia melihat pemandangan yang
membuatnya ingin memukul cewek itu.
“Gila,
bukannya itu cowok loe, Mir?” tanya Sarah, salah satu sahabat Mira.
“ea
Mir, dan siapa cewek yang barusan turun dari motor Henry?”tambah Rani yang
membuat Mira makin jengkel dan kesal.
“tuh
cewek kayaknya anak baru, liat aja seragam dan alat buat MOS yang ia bawa.”
“ea,
betul. Tuh cewek kayaknya anak baru yang sok bangat.”
“gimana
kalo kita kerjain aja dia, saat MOS ini. Kamu setuju kan Mir?
“ia.
Ide sangat bagus Rani. Loe uda buat gue kesal dan bentar lagi loe aka terima
balasan yang sangat berat dari gua anak baru.”Jawab Mira dengan suara yang
lantang dan mata penuh dengan cemburu dan balas dendam.
“ya
uda, yuk kita pergi.”
Di
lain sisi....
“
makasih ea kak, uda ngantarin tepat waktu ke sekolah.”
“ea,
sama-sama. Ya uda kamu masuk dulu dan langsung ke barisan aja ea.”
“ok
kak.”
Yun-Hi pun bergegas menuju lapangan
sekolah tempat siswa yang baru baris untuk melaksanakan MOS. Tak lama kemudian
bel sekolah pun berbunyi dan kepala sekolah pun memulai pidato dan
mempersilahkan ketua OSIS untuk langsung memulai acara MOS mereka. Dan para senior
pun telah menunggu di setiap pos untuk membimbing ataupun memberikan mereka
arahan tentang sekolah SMA TUNAS BANGSA tersebut. Dan kesempatan ini pun sangat
ditunggu-tuggu oleh Mira dan teman-temannya di pos Fisik dan Mental untuk
memberikan pelajaran langsung terhadap anak baru yang telah mendekati pacar
dia. Dan ternyata benar, kelompok Yun-Hi yang terakhir datang ke pos dihajar
habis-habisan oleh Mira dan teman-temannya.
“mana
yang namanya Yun-Hi, keturunan korea itu?”, Bentak Mira sebagai pimpinan di pos
tersebut.
“saya
kak, ada apa kakak manggil saya?”, Tanya Yun-Hi dengan nada pelan.
“Oh,
jadi kamu yang keturunan orang korea itu?, kamu gak tau buat apa aku manggil
kamu?, kamu gak tau apa kesalahan kamu pagi ini?”, tanya Mira dengan wajah
yang mulai merah karena melihat cewek
yang ada dihapannya ini ia jadi teringat dengan kejadian tadi pagi.
“saya
bena-benar gak tau kenapa kakak tiba-tiba manggil saya dan kesalahan apa yang
saya buat pagi ini kak?”
“kamu
itu ya,buat aku marah.kalo gitu kamu lari lapangan sebanyak 10 putaran habis
itu kamu cari samapah yang ada di lapangan ini terus kamu minta tanda tangan
para senior yang kelas IX IPA 2. Kamu mengerti tidak????”
“kak,
emang apa kesalahan yang aku buat hingga membuat kakak memberi kau tugas yang
sangat banyak ini kak???”
“kamu
itu banyak banget sih keluhannya. Ayo kerjakan atau saya beri kamu tugas yang
sangat berat yaitu panggil ketua OSIS bawa ke sini dan minta maaf di
hadapannya???”
“baik,
aya akan pilih tugas yang berat yaitu pilihan yang pertama kakak buat.”
“nah
gitu kan enak, tanpa membawa KETOS kemari.”
Akhirnya Yun-Hi pun melakukan tugas
yang pertama lari lapangan sebanyak 10 putaran. Tugas yang pertama pun selesai
dengan penuh keringat dan ia tampak kelelahan lalu tanpa mengambil istirahat ia
pun mulai mengutip sampah yang ada di lapangan tersebut. Dan tiba-tiba gadis
ini melihat sosok pria yang tadi pagi menolongnya, siapa lagi kalau bukan si
Ketua OSIS yang tampan, pintar, baik hati dan populer di kalangan kaum Hawa.
“hai”,
sapa si KETOS dengan senyum lebar terpancar di wajah manisnya.
“hai
juga kak.” Balas Yun-Hi tanpa senyum karna ia tampak kelelahan.
“loh,kamu
kenapa tampak lesu gitu dan kok kamu mengutip sampah?” Tanya si KETOS itu
lagi.”
“oh,
ini karna aku melakukan kesalahan kak.”
“kesalahan
apa yang kamu buat, terus sekarang kamu di pos mana?”
“kata
kakak yang ada di pos Fisik dan Mental
aku ada kesalahan, tapi aku gak tau kesalahan apa yang uda aku buat hingga
kakak itu pun menyuruh aku ngerjakan tugas yang berat ini kak.”
“kamu
pernah melotot dia gak atau kau pernah ketemu ama dia terus gak kamu sapa?”
“gak
kok kak, aku baru pertama kali ketemu ama kakak itu.”
“kamu
tau gak sapa namanya dia?”
“gak
kak,”
“ya
ampun, mungkin kamu gak menyapa dia dengan baik kan?”
“tapi
aku kan baru ketemu ama kakak itu.”
“oh,
ya uda kalo gitu kamu bawa aku ke pos itu biar aku tanya ama teman ku yang
pimpinan di pos itu.”
“tapi
kalo gak salah aku ada tugas pilihan kedua, tapi aku tolak kak.”
“tugas
pilihan kedua itu apa?”
“membawa
kakak menghadap ama kakak itu.”
“loh,
kenapa gak kamu terima tugas yang kedua aja, dan malah milih tugas yang berat
seperti ini.”
“kan
aku segan ama kakak juga ama siswa yang lain kalo aku dan kakak pernah ketemu
sebelumnya.”
“ya
ampun, itu kan gak masalah loh Yun-Hi. Kalo gitu kita ke pos itu aja yuk.”
“tapi
kak,,,”
Gadis itu pun tidak bisa menolak
ajakan pria yang uda menolong dia dan kini pun lagi-lagi pria ini mau menolong
dia lagi. Tak lama kemudian mereka pun sampai di pos yang memberikan dia tugas
yang sangat tidak ia mengerti apa kesalahan yang ia buta hingga pimpinan pos
tersebut marah dengan tiba-tiba.
“Mira,
lihat cewek penggoda itu membawa Hengky kemari.”
“bukannnya
cewek itu milih tugas yang pertama kan?”
“ia
benar, aku pun dengar kalo cewek sialan itu milih lari lapangan daripada bawa
cowok kamu kan?”
“bagus
aja kalo tuh cewek bawa Hengky kemari, bair dia tau bahwa cowok yang ia dekati
adalah cowok aku dan gak akan pernah mendekati cowok ku lagi.”
“hai
Mira, siapa yang memberi tugas berat kepada siswa yang satu ini?”
“aku.
Kenapa?”
“cewek
ini ngadu ama kamu kalo aku uda nyiksa dia dengan tugas ini, Gitu???”
“gak,
dia gak ngadu kok ama ku. Mlah aku sendiri yang nanya pas aku lagi keliling
melihat keadaan man atau ada yang sakit atau kalian memberi tugas yang tak baik.
Dan ternyata benar dugaan aku. Kenapa sih kamu lakukan ini. Emang kesalahan apa
yang ia buat sehingga kamu marah ama dia?”
“kok
kamu malah bela anak baru ini sih Heng, kenapa malah nanya ke aku, coba kamu
tanya aja ama dia.”
“Mir,
plis jangan seperi anak-anak dong. Ya uda kalo dia gak tau apa kesalahan dia
kau aja yang kasih tau biar masalah ini selesai dan tidak sampai ke telinga pak
kepala sekolah kita ok.”
“ok.
Aku akan kasih tau apa yang telah dia lakukan hari.”
“gitu
kan enak. Dan kamu dengar baik-baik kalo kamu memang benar melakukannya
sebaiknya kamu minta maaf ok.”
“ok
kak.” Jawab Yun-Hi dengan senyum kecil di wajah manisnya yang membuat Hengky
pun ikut tersenyum.
“lihat
aja dia uda dua kali melakukan keslahannya sekarang.” Tiba-tiba Mira bicara
dengan suara keras dan wajah merah karena kesal.
“loh,
kenapa rupanya. Apa yang uda dia buat. Setau aku dia gak ada buat kesalahan
malah dia tersenyum kepada kita bahwasanya dia tak ada buat kesalahan ya kan ?”
tutur Hengky dengan tersenyum lebar.
“kamu
salah Heng. Dengan ia tersenyum ke kamu itu adalah kesalahan kedua dia. Asal
kamu tau kesalahan dia yang pertama adalah mendekati kamu secara diam-diam tadi
pagi.”
“oh
jadi kamu cemburu kalo aku dan dia itu dekat, Mir.”
“iya.
Kenapa. Kan wajar kalo aku cemburu, aku kan pacar kamu Heng.”
“Mir,
bukannya kita uda putus dua hari yang lalu. Saat aku dan adik ku mencari alat
MOS dia aku melihat kamu dengan seorang pria sambil pegangan tangan dan kamu
kayaknya senang banget ama pria itu. Jadi aku kira kamu uda mulai bosan dengan
aku. Iya kan?”
“bukan
gitu Heng, aku kira cewek yang ada di sebelah mu pacar kamu dan aku kesal jadi
aku panggil deh sahabat aku tuk tenangin dan hibur aku. Dan kebetulan dia ada
di situ dan kami pun ketemuan.”
“Apa
kamu bialng kalo adikku adalah pacar aku. Bukan cuma hari itu aku melihat kamu
dengan pria itu. Dua hari sebelum hari itu aku melihat kamu dengan dia di taman
saat kita selesai ketemuan. Kamu inagtkan. Sekarang apa yang mau kau bilang
bahwa semua itu adalah BOHONG?”
“gak
Heng, dia yang selalu ngejar-ngejar aku.”
“dan
kamu kayaknya selalu WELCOME kalo cowok itu ngejar kamu dan kamu pun terlihat
senang dan bahagia. Gak saat kamu ada di sisi ku yang selalu cemberut dan ingin
cepat pulang atau jangan-jangan kamu ingin cepat pulang mau ketemu ama pria
itu.”
“gak
Heng. Semua yang kamu katakan adalah bohong. Aku masih sayang dan cinta sama
kamu. Tapi kamu yang selalu membuat aku seperti aku gak cewek kamu.”
“apa
maksud mu?”
“kamu
gak ingat waktu kita ketemuan di taman saat itu aku ingin kamu ingat kalo hari
itu adalah ulang tahun aku, Heng. Tapi kenyataanya tidak. Dan dia pun datang
saat aku sedih karena kamu.”
“oh,
hari itu. Gak mungkin aku lupa ama ulang tahun cewek aku sendiri. Kemarin aku
suruh kamu pulang itu karna aku mau ngasih kamu kejutan.”
“kejutan
kamu bilang. Jangan bohong di depan aku dan di depan teman-teman aku ini.”
“kamu
salah Mir.”
“terus
gimana dengan telepon kamu yang berbunyi.”
“itu,
aku menelepon teman kamu ini yang uda datang ke rumah kamu. Dia nelpon aku beritau
kalo pesta kejutan ultah kamu uda selesai apa belom karna mereka juga mau
memberi kamu kejutan di ultah mu, tapi kenyataannya kamu malah ama pria lain
dan aku pun menyuruh mereka pulang karna kamu ada janji dengan orang lain dan
mereka tanya siapa orang itu. Aku bilang aku gak tau.”
“APA????”,
kata Mira sambil terkejut mendengar penjelasan dari pria yang ada di
hadapannya.
“Kalo
kamu belom juga percaya ama aku bisa kok kamu tanya ama kedua teman kamu itu.”
Jelas Hengky lalu pergi meninggalkan Mira dan teman-temannya.
“benarkah
kalian ada di sana?”, tanya Mira kedua temannya itu.
“iya,
apa yang di bilang oleh Hengky memang
benar, Mir. Tapi kamu ada janji ama orang lain jadi kami pun langsung pulang
tanpa menelepon kamu, karna kami juga uda kemalaman menunggu di depan rumah mu
itu.”
“ya
ampun, kok kalian gak ada yang ngasih tau aku. Entah sms aku kek, kan jadi
salah paham aku ama Hengky.” Tutur Mira dengan penyesalan yang sangat dalam.
“kan
uda aku bilang tadi, kalo kau uda ada janji dengan orang lain yang aku dan juga
Hengky gak tau siapa pria yang ada bersama mu di hari ultah mu itu loh..”
“emang
dia siapa sih Mir, sampe-sampe kau ninggalin pacar kamu seniri.”
“dia
itu mantan aku yang dulu.”
“loh
kok bisa kalian ketemuan??”
“itu
lah aku gak tau juga, kenapa dia masih ngejar-ngejar aku..”
“terus
gimana hubungan mu dengan Hengky? Apa kalian uda putus ato masih pacaran??”
#TO BE CONTINUED.....